Rabu, 08 Juni 2011

DUNIA PENDIDIKAN

WAJAH BURUK PENDIDIKAN INDONESIA

Oleh : Neneng Hermawati


Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Salah satu faktor yang mendukung bagi kemajuan adalah pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, sebab pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan. Bagi suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Seperti sandang, pangan, dan papan, Namun, sangat miris rasanya melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Berbagai masalahpun timbul, mulai dari sarana yang tidak memadai, membengkaknya anak putus sekolah, kurikulum yang gonta-ganti, ketidakprofesionalan para pendidik, sampai kepribadian peserta didik yang jauh dari yang diharapkan.
Bila dilihat dari segi kualitas pendidikan kita, menurut penelitian Human Development Indeks (HDI) tahun 2004, Indonesia berada di urutan ke 111 dari 175 negara. Begitupun menurut majalah Asia Week yang melakukan penelitian terhadap Universitas terbaik di Asia, dalam majalah ini disebutkan bahwa tidak satupun Perguruan tinggi di Indonesia masuk dalam 20 terbaik.            UI berada di peringkat 61 untuk kategori universitas multidisiplin, UGM diperingkat 68, UNDIP diperingkat 77, Unair diperingkat 75, sedangkan ITB diperingkat 21 untuk universitas sains dan teknologi, kalah dibandingkan universitas nasional sains dan teknologi Pakistan. Selain itu dilihat dari kepribadian perilaku pelajar kita, tidak sedikit dari mereka yang tawuran antar sekolah atau antar perguruan tinggi, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, ataupun perilaku mereka yang sudah tergolong dalam tindak kriminal. Seperti geng motor yang kebanyakan anggotanya masih berstatus pelajar.
            Beginilah wajah buruk pendidikan kita, setidaknya bila kita cermati terdapat dua faktor  yang mempengaruhi gagalnya pendidikan yang berlaku di Indonesia. Pertama, paradigma pendidikan nasional. Kedua, mahalnya biaya pendidikan. Diakui atau tidak sistem pendidikan yang berlaku saat ini adalah sistem pendidikan yang memisahkan peranan agama dari kehidupan. Hal ini dapat terlihat antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Bab ke VI tentang jalur jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi “Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, keagamaan, dan khusus. Adanya pembagian pendidikan umum dan keagamaan yang terdapat pada pasal tersebut memberikan gambaran bahwasanya pendidikan kita memang dikotomi. Pendikotomian pendidikan melalui kelembagaan dapat terlihat dari pendidikan agama terdapat pada madrasah-madrasah, institut agama, dan pesantren. Dan lembaga-lembaga tersebut dikelola oleh Departemen Agama. Sementara pendidikan umum melalui Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Kejuruan, serta Perguruan Tinggi dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional. Sistem pendidikan seperti ini tentu saja tidak akan melahirkan peserta didik ayang memiliki kemamapuan menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi sekaligus juga memiliki kepribadian berupa perilaku yang mulia. Padahal tujuan pendidikan nasional sendiri adalah untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Saat ini mungkin tidak sedikit dari output peserta didik kita yang berhasil menguasai sains dan teknologi melalui pendidikan umum, namun tidak sedikit diantara mereka yang kurang memiliki kepribadian yang mulia. Apalagi saat ini ukuran kelulusan peserta didik hanya dinilai dari Ujian Nasional (UN) saja, artinya para peserta didik hanya ditujukan untuk menguasai materi saja tanpa nilai spiritualnya. Disisi lain, mereka yang belajar di pendidikan agama memang menguasai ilmu agama dan secara relatif memiliki kepribadian baik, tapi tidak sedikit diantara mereka yang buta terhadap perkembangan sains dan teknologi. Akhirnya, sektor-sektor modern seperti perdagangan, industri, jasa dan lain-lain diisi oleh orang yang relatif awam terhadap agama.
            Permasalahan mengenai biaya pendidikan pun ikut menambah buramnya kualitas pendidikan kita. Di zaman sekarang memang untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas baik harus menelan biaya yang tidak sedikit. Masyarakat yang kurang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang kualitas pendidikannya bagus terpaksa hanya mendapatkan di sekolah yang terbatas sarana dan prasarananya. Di daerah-daerah banyak sekolah yang kurang berfungsi dengan baik, diantaranya kerusakan bangunan, sarana terbatas, namun dengan kondisi tersebut mereka tidak putus semangat untuk tetap terus belajar walaupun dengan fasilitas seadanya. Tidak dipungkiri bahwa tiap tahunnya, setiap jenjang pendidikan terus mengalami kenaikan biaya pendidikan, akibatnya banyak diantara mereka yang putus sekolah, atau bahkan tidak sekolah karena terhalang masalah biaya. Bagaimana mungkin tetap mencapai tujuan nasioanal yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa ?! Memperoleh pendidikan pun sulit untuk diperoleh !
            Oleh karena itu, perlu adanya penyelesaian problem pendidikan secara mendasar yaitu dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh mulai dari merubah paradigma pendidikan nasional yang memisahkan pendidikan umum dengan pendidikan agama, menjadikan peranan agama sebagai landasan dalam proses pendidikan. Pendidikan agama tidak hanya diberikan satu kali dalam seminggu tapi juga harus dijadikan dasar atau landasan bagi mata pelajaran lainnya, sehingga akan melahirkan peserta didik yang tidak hanya menguasai sains dan teknologi tapi juga memiliki akhlak yang baik. Selain itu juga untuk mengatasi komersialisasi pendidikan diperlukan peranan negara dalam hal ini pemerintah untuk melakukan upaya yang sistematis merubah paradigma pendidikan yang komersial dengan menyediakan sarana dan sarana pendidikan yang memadai, bermutu tinggi, dengan biaya yang dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat tanpa ada perbedaan berdasarkan kualitas pendidikan ditentukan oleh berapa besar biaya pendididkan yang dikeluarkan. Peran serta pemerintah ini sebenarnya sebagai bagian dari pelayanan terhadap masyarakat dalam hal mencapai tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian dari perubahan tersebut akan melahirkan peserta didik yang berkualitas sehingga mampu memegang peranannya sebagai generasi penerus bangsa yang akan membawa pada kemajuan.

Minggu, 16 Januari 2011

Menurunkan Berat Badan & Mengecilkan Perut

Yang perlu dilakukan agar bisa menurunkan berat badan, antara lain :

1. Memperhatikan jenis makanan - minuman yang dikonsumsi / perbaiki menu makan. Intinya semua makanan, selama memiliki kandungan gizi yang baik dan seimbang, adalah makanan yang baik. Makanan - minuman yang kita konsumsi bisa mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Karbohidrat, lemak dan protein akan mengalami metabolisme, dan akan jadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitasnya. Kalau berlebih maka karbohidrat akan disimpan dibawah jaringan kulit, bukan di jaringan otot, dalam bentuk glikogen, demikian juga dengan lemak dalam bentuk asam lemak dan kolesterol. Sedangkan protein, biasanya dalam bentuk asam amino, dan yang namanya asam amino tidak ada bentuk simpanannya, adapun hasil buangan lain, berupa gas dan bau. Maka, penting dalam usaha menurunkan berat badan, untuk membatasi makanan - minuman dengan kandungan karbohidrat dan lemak tinggi, sementara makanan - minuman berprotein tinggi dianjurkan, karena protein (asam amino) merupakan bahan penting dalam berjalannya proses metabolisme, apalagi metabolisme karbohidrat dan lemak.

Akan bagus juga kalau banyak memakan buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral yang juga penting bagi tubuh, bukan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak, seperti durian dan nangka. Buah-buahan memberikan sumbangan serat, dan serat sangat dibutuhkan untuk "mengikat" kelebihan lemak saat makan, oleh karena itu dianjurkan untuk mengkonsumsi serat setidaknya 8 gram sehari. Mangga termasuk buah yang kaya akan serat dan vitamin C, sehingga baik untuk dikonsumsi. Pisang, tinggi kadar vitamin C, namun juga tinggi karbohidratnya. Sedangkan semangka, lebih banyak kandungan air, tetapi kaya akan antioksidan. Sebaiknya Anda mengkonsumsi buah-buahan yang kaya akan serat, seperti pepaya, mangga, dan nanas dalam konsumsi sehari-hari.

2. Mengurangi porsi makan.
Tapi ingat, mengurangi porsi makannya harus perlahan dan bertahap, jangan langsung dikurangi sampai setengahnya, karena perubahan yang tiba-tiba ini malah akan membuat kita gampang merasa lapar dan bisa muncul keluhan lainnya, seperti pusing-pusing dan lemas. Itu yang tidak kita harapkan.

3. Minum air putih. Tahukah anda kalau tubuh manusia itu 70 - 80 %nya adalah air ? Jadi bisa dimengerti kenapa kita dianjurkan meminum air putih. Jika kadar air dalam tubuh kita dibawah nilai normalnya, maka kita akan mengalami dehidrasi. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk minum air putih sampai 6 - 8 gelas perharinya.

Air penting bagi kita sebagai katalisator metabolisme dalam tubuh, terutama metabolisme karbohidrat dan lemak. Dengan banyak minum air, maka diharapkan karbohidrat dan lemak yang ada pada makanan dan yang tertimbun dalam tubuh bisa termetabolisme cukup banyak dan penimbunannya berangsur berkurang.
Air juga penting sebagai pengencer. Darah kita itu selain mengandung sel-sel darah dan trombosit, juga mengandung senyawa lain, seperti nutrisi, hasil metabolisme dan absorpsi, yang akan didistribusikan sampai ke seluruh bagian tubuh untuk kebutuhannya. Dengan begitu, bisa dibayangkan bahwa darah kita pekat sekali dengan semua itu, akibatnya aliran darah jadi tidak optimal, kalau sudah begitu besar kemungkinannya ada yang malah bisa mengendap di dinding pembuluh darah, menyempitkan pembuluh darah itu sendiri, apa jadinya kalau pembuluh darah di organ penting yang menyempit.

4. Olah raga. Olah raga memang diakui bisa membantu untuk menurunkan berat badan. Prinsipnya adalah pembakaran kalori dari timbunan karbohidrat dan lemak yang ada di tubuh. Olah raga dengan cukup intens pada beberapa bagian tubuh tertentu yang ada timbunan lemak dan karbohidrat, maka timbunan itu akan hilang, dan digantikan pembentukan jaringan otot. Kita semua tahu, kalau pembentukan jaringan otot lebih baik daripada jaringan lemak. Yang jelas olah raga harus dilakukan rutin, dan jangan memaksakan diri.

5. Disiplin Kalau anda ingin menurunkan berat badan, pertama kali anda harus tanamkan dalam diri anda sikap disiplin. Anda harus disiplin untuk melakukan apapun yang bisa membantu anda agar bisa menurunkan berat badan. Jika anda tidak bisa disiplin, maka anda tidak akan pernah berhasil mencapai apa yang anda inginkan.

Cara mengecilkan perut itu bisa dilakukan dengan olah raga yang dipusatkan pada otot perut. Tapi masalah pada yang namanya sit-up, yang kita tahu saat gerakan mengangkat bagian tubuh atas, intensitas otot yang ditimbulkannya malah lebih berpusat pada otot punggung dan pinggul, anda pasti merasakan itu. Bisa anda coba gerakan setengah sit-up, maksud kami, lakukan seperti saat melakukan sit-up biasa, tapi ketika anda mengangkat bagian tubuh atas, angkat hanya sampai kira-kira 45 derajat dari lantai. Kalau anda merasakan otot perut anda yang tegang saat melakukan itu, maka anda sudah benar melakukannya. Akan lebih baik lagi jika Anda mengunjungi pusat kebugaran dan minta bantuan para trainer untuk mengajarkan Anda cara mengolah perut yang baik dan efektif.

Sedot lemak tidak hanya bisa mengecilkan perut, bisa untuk menyedot lemak di seluruh bagian tubuh yang kita inginkan. Memang prosedur ini telah menjadi pilihan beberapa orang untuk mendapatkan tubuh langsing dengan cara yang cepat. Biaya yang dibutuhkan untuk prosedur ini pun tidak sedikit, dan prosedur ini dinilai cukup beresiko. Selain itu efeknya pun tidak tahan lama, terutama jika Anda malas olahraga. Anda harus tetap menunjangnya dengan olahraga teratur supaya efeknya lebih bertahan.

Ada cara lain lagi untuk menjadi langsing ataupun mengecilkan perut, selain dengan mengatur pola / menu makan / diet, olah raga dan sedot lemak, seperti :
- mandi sauna => prinsip: mengaktifkan suhu tubuh, sehingga sistem metabolisme tubuh ikut meningkat dan membakar timbunan lemak - karbohidrat yang sudah ada dalam tubuh.
- cara akupuntur => prinsip: menekan syaraf lapar.
- hipnotis => prinsip: mengubah kebiasaan dan pola makan.
- bahkan ada juga cara yang disebut operasi bypass - pengurangan lambung => prinsip: mengurangi ukuran lambung, sehingga makanan yang dimakan tidak banyak dicerna dan cepat masuk proses pembuangan.

Cara manapun yang mau anda pilih, anda harus pikirkan baik-baik dan dikonsultasikan lebih lanjut pada masing-masing ahlinya.

Sumber artikel dari alamat URL di bawah ini :

http://mediasehat.com/tanyajawab389